Menuju ulama' intelek...!

Muslim Gaptek...no..!
Muslim Inovatif dan Kreatif....Yesssss!

Gagap Teknologi? gak la yaw,... mandek n kesulitan ngungkapin ide? Sorry, kayak gituan kita kudu buang jauh-jauh. afwan alfu alfin, kata para santri indigo. Bagaimana caranya kita bisa jadi muslim yang inovatif dan kreatif yang bisa menjadi harapan umat, juga sebagai upaya meningkatkan ujud manusiawi kita, yang nota bene sebagai khalifah Allah di muka bumi ini.... bagaimana caranya...?
berikut beberapa point yang kami dapat serap dalam pelatihan "SANTRI INDIGO-Internet sebagai sarana syi@r digital" yang diselenggarakan selama 2 hari (23-24 Maret 2010) di Kampus Pondok Modern Darussalam Gontor II, Madusari Ponorogo. pelatihan yang terselenggara berkat kerja sama Telkom Indonesia dan Harian Umum Republika. point-point itu adalah:

Makanan Cacing

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa suatu ketika Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril AS agar ia turun ke bumi, untuk menanyakan kepada makhluk-makhluk bumi tentang perasaan dan tanggapan mereka karena telah diciptakan oleh Allah di muka bumi ini, syukurkah mereka...? atau bahkan sebaliknya...? serta merta berangkatlah Jibril ke bumi untuk investigasi sebagaiman perintah AllahSWT.
dicertikan, makluk pertama yang ditemu Jibril saat itu adalah seekor kerbau, "apakah kamu bersyukur dijadikan kerbau oleh Allah..?" tanya Jibril pada kerbau tanpa basa-basi. karena tahu yang nanya adalah malaikat, maka sikerbau menjawab pertanyaan itu dengan penuh kejujuran. "aku sangat bersyukur, wahai malaikat". "benarkah..?", sergah malaikat, "bagaimana kamu bisa bersyukur, sementara kamu, dekil, jelek, bahkan kamu jadi jargon di kalangan manusia untuk sebuah kebodohan, mereka bilang kalau ada kebohongan itu mesti seperti kamu (plonga-plongo koyo kebo...). "biarlah", kerbau menganggapi.." yang penting, intinya aku bersyukur pada Allah SWT meskipun aku seperti yang kamu sampaikan tadi. lihatlah aku sekarang tengah mandi di air danau yang begini jernih dan segar... aku gak bisa bayangkan kalo aku dijadikan oleh Allah seperti, itu lihat....! seperti kelelawar", jawab si kerbau penuh penjelasan..."kenapa dengan kelelawar", timpal malaikat.
"dia (kelalawar) itu mandi dengan air kencingnya sendiri. sementara aku bisa mendi dengan air jernih dan menyejukan di danau ini".

Ikhlas sebagai landasan amal

Hati yang bersih akan melahirkan keikhlasan. Satu upaya batin yang hanya dengannya Allah akan menerima sebuah amalan. Hati yang bersihlah yang akan melahirkan pribadi-pribadi yang ikhlas. Pribadi yang hanya mengharapkan ridha Allah sebagai imbalan atas ibadahnya.
Kalau sebuah amalan ternodai keikhlasannya, maka amalan tersebut tidak diterima. Demikian pendapat ulama yang mengatakan bahwa syarat diterimanya sebuah amal ibadah adalah bila amal itu dilakukan dengan ikhlas mengharap ridha Allah semata, dan yang kedua adalah amalan itu dilakukan berdasarkan syariat yang telah ditentukan Allah atau pun sunnah dari Rasulullah Muhammad SAW.