BERGERAKLAH….TUAI BERKAH…!
Suatu ketika, kiyai saya pernah mengatakan: janganlah kita terjebak oleh kesalahan atau musibah yang tengah menimpa kita, hingga akhirnya kita bersikap pasif karenanya, justru jadikanlah kesalahan itu sebagai batu pijakan untuk melangakah kearah yang lebih baik dan jadikanlah musibah yang tengah menimpa kita sebagai guru terbaik yang mengajari kita akan hikmah dibalik setiap kejadian yang menimpa kita. Lebih jauh kiyai saya berpesan : “BERGERAKLAH TERUS, KARENA DALAM GERAKAN ADA BERKAH DAN HIKMAH”
Tidak berlebihan kiranya, jika petuah adiluhur diatas kita jadikan sebagai motto dan pedoman hidup kita untuk menapaki dan menorehkan tinta emas dalam lembaran-lembaran sejarah hidup kita. Hidup kita tengah dan terus berproses, lembaran demi lembaran dari buku sejarah kita tengah terurai, maka tetaplah optimis, optimis dan terus optimis. BERGERAKLAH…..TUAI BERKAH…!
“hati yang patah karena salah bukan merupakan satu dalih untuk melangkah dengan goyah tapi jadikan peringatan agar langkah tak kembali salah demi menuju masa depan yang lebih cerah”…tersebutlah dalam suatu kisah:
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemilik keledai tersebut, memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantunya. Mereka membawa sekop, cangkul dan berbagai peralatan lainnya dan akhirnya mereka mulai menggali, menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan, musibah dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik. Sekali lagi BERGERAKLAH…..TUAI BERKAH…!

1 komentar:
iya kita tetap harus bergerak, sebagaimana ungkapan ilmuan dan pembaharu india mengatakan bahwa BERHENTI BERARTI MATI, :"on this road, halt means death"....so be optimism to move ahead...!
Posting Komentar